7 Cara Budidaya Cabai untuk Pemula

Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, ternyata mempengaruhi jumlah kebutuhan akan bahan panganan seperti cabai baik cabai rawit, cabai merah besar maupun cabai hijau besar. Masalah ini bukan saja mengganggu di Indonesia ternyata juga mengganggu beberapa negara-negara lain karena kurangnya produksi cabai dalam negeri, beberapa pemerintah melakukan impor cabai dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan cabai yang terus meningkat.

Sekarang ini sudah banyak ditemukan dan dilakukan terobosan-terobosan untuk mengatasi dari masalah kekurangan cabai ini, yaitu diantaranya dengan menanam cabai dengan cara-cara yang baikdan efisien dan ada juga dengan menanam cabai sendiri dirumah dengan menggunakan pot-pot atau polibag, namun masih banyak dari kita yang salah melakukan tahap-tahap penanamanan cabai ini, dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberi informasi tentang bagaimana cara menanam cabai dengan baik dan benar serta efisien yaitu :

Langkah-langkah Menanam Cabai dengan Benar

Bersama ini kami akan berbagi informasi bagaimana cara menanam cabai yang benar, step by step, jadi mudah untuk diikuti oleh siapa saja, oleh pemula yang belum pernah budidaya cabai sekalipun. Mari kita simak step-stepnya berikut ini :

7 Cara Budidaya Cabai
7 Cara Budidaya Cabai

1. Menentukan dan Memilih lokasi penanaman bibit cabai yang benar.

Bagaimnapun cara menanam cabai pertama adalah dengan memilih lokasi, tentu kalian ingin menanam cabai yang ditanam tumbuh dengan subur bukan ?? karena cabai dapat tumbuh dengan subur dan baik kalau semua kebutuhannya dapat tercapai dan tercukupi. Disini akan kita berikan beberapa syarat untuk memilih lokasi penanaman cabai yang baik dan benar.

2. Bagaimana cara pengolahan lahan yang benar sebelum ditanami cabai ?

Tahapan ini merupakan langkah yang akan sedikit lebih susah karena kalian akan disuruh langsung praktek kelapangan, namun sebelum melakukan praktek ada baiknya untuk membaca tahap-tahap mengolah lahan tanam dengan benar sebagai berikut :

a. Pertama-tama bersihkan tanah dari tumbuhan atau hama lainnya seperti rumput maupun tanaman yang sudah tidak digunakan, lalu cangkul tanah dengan rapi memanjang agar bisa ditanami lebih banyak bibit cabai.

b. Langkah selanjutnya kita bisa menaburkan kapur dolomit di tanah yang sudah digemburkan untuk mendapat hasil yang lebih maksimal, tunggu kurang lebih 8 sampai 9 hari. Kegunaan kapur dolomit ini dapat menaikan ataupun menurunkan pH tanah.

c. Berikut pilih pupuk yang kalian minati, tapi saran dari kami pilih saja pupuk kandang karena tanman akan lebih sehat dibandingkan pupuk kimia

d. Keempat kalian hanya perlu menunggu pupuk tadi meresap ke tanah dengan rata kurang lebih 5 sampai 6 hari saja

e. Selanjutnya kalian bisa membuat lubang untuk menaruh bibit cabai dengan jarak 40 – 50 cm

f. Lalu diamkan selama 1 minggu

3. Pilih bibit cabai terbaik yang akan ditanam

Selanjutnya dalam melakukan penanaman cabai yang benar adalah memilih bibit cabai dengan kualitas terbaik, karena akan percuma kalau menanam cabai dengan benar namun bibit yang digunakan berkualitas rendah tentu hasilnya akan rendah dan kurang memuaskan nantinya. Untuk selanjutnya kami akan memberikan tip-tip memilih bibit cabai dengan kualitas baik sebagai berikut :

Yang pertama-tama kita cari dulu mana tanaman cabai yang berkualitas baik, biasanya bibit bagus berasal dari induk tanaman yang bagus pula. Berikut ciri-ciri tanaman cabai yang berkualitas bagus :

  • Tanaman/batang terlihat kokoh kuat
  • Menghasilkan buah cabai yang lebat
  • Tidak terdapat hama atau penyakit serta tanaman tidak cacat
  • Tanaman memiliki daun yang lebat serta tidak keriting
  • Selanjutnya pilih bibit cabai yang sudah tua serta memiliki pertumbuhan yang cepat
  • Berikutnya lakukan pemilihan bibit cabai yang cepat tumbuh tunasnya
  • Biasanya bibit yang berkualitas tidak kerdil

4. Selanjutnya lakukan penyemaian bibit cabai

Untuk cara selanjutnya yaitu dengan menanam cabai dilakukan dengan penyemaian bibit cabai dengan benar, kegiatan ini dilakukan supaya bibit cabai dapat tumbuh dengan maksimal dan berikut ini adalah cara-caranya :

Menggunakan polybag

  • Siapkan media. Pilih polybag dengan ukuran yang tidak terlalu besar karena hanya digunakan sebagai pertumbuhan bibit saja
  • Isi polybag dengan media semai, catatan jangan terlalu penuh
  • Selanjutnya sebelum ditanam usahakan bibit direndam dulu menggunakan air hangat kuku selama 2 sampai 3 menit
  • Setelah itu masukan satu satu bibit kedalam polybag
  • Berikutnya semprot polybag dengan insteksida agar terhindar dari semut atau serangga lainnya
  • Tunggu bibit sampai tumbuh tunas kurang lebih 1 mingguan

Penanaman bibit tanpa menggunakan polybag

  • Siapkan bedengan sesuai dengan kebutuhan serta media semainya
  • Siram air secukupnya
  • Lalu buat lubang dengan jarak 3 cm
  • Selanjutnya rendam bibit dengan air hangat selam 2 menit
  • Beri pupuk secukupnya, setelah itu tunggu bibit tumbuh selama 1 mingguan
  • Tujuan dari penyemaian bibit ini sebagai berikut
  • Memberikan pertumbuhan bibit secara maksimal, karena terdapa unsur hara yang dibutuhkan bibit untuk tumbuh
  • Berikutnya dapat memelihara bibit cabai secara maksimal, karena diletakkan dalam polybag atau bedengan memudahkan kita untuk member pupuk atau member air
  • Bibit tanaman akan lebih mudah beradaptasi sebab kalau bibit langsung diletak dimedia tanah tentu akan kaget
  • Terakhir kita dapat mengganti bibit yang baru jika bibit yang lama mati

5. Bagaimana cara menanam cabai yang benar ?

Berikut cara menanam cabai selanjutnya adalah menunggu bibit yang sudah berumur kurang lebih 4 mingguan dan usahakan untuk menunggu bibit berdaun lebih dari dua sebelum melakukan pemindahan kemedia tanam.

Waktu yang baik untuk melakukan tanam cabai yaitu pada waktu pagi maupun sore hari supaya untuk menghindari bibit cabai cepat layu. Selanjutnya kita hanya perlu melepas polybag atau mengambil dari bedengan lalu masukan kedalam lubang yang telah kita siapkan sebelumnya dan disiram dengan air secukupnya saja.

6. Bagaimana cara perawatan tanaman cabai ?

Kita hanya perlu melakukan pemangkasan tunas liar atau cabang tanaman cabai yang tidak berguna, sisakan 3 batang tunas yang berfungsi sebagai pemroduksi cabai utama

Untuk pemupukan gunakan phonska cair yang terbukti dapat meningkatkan jumlah buah cabai yang bagus.

Lakukan pemupukan dengan tahi ayam yang kering, karena dalam proses berbuah tanaman cabai memerlukan asupan energy yang banyak.

Coba lakukan penyiraman ke daerah yang sensitive, karena penyiraman dengan air bersih bisa membantu proses pelarutan unsur-unsur organik pada tanah yang kita tanami cabe.

7. Waktu Panen

Ini cara menanam cabai yang terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu oleh kita adalah proses panen, tumbuhan cabai biasanya bisa panen saat berusia kurang lebih 80 hari.

Berikut ini adalah tips panen cabai yang benar sebagai berikut :

  • Hal pertama yang perlu kalian ingat saat memetik buah cabai harus beserta tangkainya
  • Saat terdapat buah cabai yang rusak harus segera ikut dipanen, agar tidak menular kebuah cabai lainnya
  • Ada baiknya melakukan panen pada pagi hari karena buah cabai akan lebih berat dibandingkan pada siang hari yang telah mengalami penguapan buah
  • Saat memetik cabai usahakan jangan menarik tapi diputar kearah jarum jam
  • Selanjutnya pilihlah cabai yang berusia tua saja
  • Penyebab daun dan buah cabai rontok
  • Memiliki kelembaban tanah yang kurang
  • Kadar air dari tanah rendah
  • Tanaman cabai kurang terkena sinar matahari
  • Suhu dari daerah penanaman sangat tinggi atau kurang
  • Tanaman terkena penyakit atau terkena virus (CMV)
  • Tanaman terkena serangan hama
  • Tananaman kekurang atau kebanyak suhu Nitrogen

Bagaimana cara mengatasi daun cabai yang rontok ?

Perhatikan jika tanaman cabai sudah memiliki gejala kerontokan coba lakukan pemotongan dari cabang tanaman cabai, karena dengan melakukan pemotongan dapat mengurangi aktivitas hama menyebar. Setelah itu berikan pupuk untuk membantu tanaman cabai memulihkan diri dari serangan hama tersebut.

Coba anda bisa mengikuti tahap-tahap diatas agar bisa menghasilkan buah cabai yang berkualitas baik. Semoga informasi ini tentang cara menanam cabai bisa menjadi referensi bagi anda semua, terima kasih semoga bermanfaat untuk kita semua.

6 Cara Menanam Cabe Keriting Paling Efektif

Jenis tanaman Cabai atau dalam Bahasa Latin bernama Capsium annum L.         Cabai Keriting merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki sensasi pedas. Jenis tanaman cabai pun ada beraneka ragam, tidak hanya sebatas cabai keriting, cabe hijau, cabai merah serta rawit saja, ada juga jenis cabai besar yang sering disebut cabai sayur, karena rasanya yang kurang pedas di banding dengan jenis cabai rawit.

Ada banyak sekali jenis-jenis cabe yang tumbuh di Indonesia bahkan di dunia, tanaman ini termasuk salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan masyarakat indonesia baik dilahan dataran tinggi atau lahan dataran rendah, baik untuk skala industri maupun hanya untuk ditanam di pekarangan rumah atau di pot-pot bunga.

Supaya cabai yang kita tanam dapat tumbuh subur dan sehat dan menghasilkan cabai dengan kualitas super, perlu disimak beberapa tips-tips yang mungkin berguna untuk kalian yang hendak ingin menanam tanaman bercita rasa pedas ini.

Inilah tahapan-tahapan dan tip-tip  nya :

cabe keriting
6 Cara Menanam Cabe Keriting

1. Pahami Tanaman Cabai

Tanaman Cabai yang paling banyak dibudidayakan oleh petani maupun oleh kebanyakan masyarakat lainnya adalah cabai keriting merah panjang dan cabai rawit. Cabai jenis ini merupakan jenis cabai yang sering ditemui di pasar tradisional maupun di supermarket.

Sesuai namanya, cabai merah memang memiliki warna yang merah, memiliki kulit yang licin, mulus, terlihat mengkilap, cukup tebal isinya serta memiliki ukuran yang panjang dan biasanya ujungnya lancip dan berbentuk lonjong.

Dalam membudidayakan jenis cabai ini yang memiliki karakter yang cocok apabila di tanam di daerah tropis khususnya di Indonesia, terutama di ditanam di dataran rendah dan akan memiliki hasil yang kurang memuaskan apabila di tanam di dataran tinggi.

Hal ini dikarenakan tanaman cabai merah memiliki suhu optimal berkisar antara 24 hingga 28 derajat celcius. Dan apabila cabai ditanam di dataran yang memiliki suhu dibawah 15 derajat celcius serta diatas 32 derajat celcius maka akan mengganggu pertumbuhan cabai itu sendiri. Berikut adalah cara menanam tanaman cabai agar hasil yang didapat baik.

2. Pilih dan Tentukan Lokasi Tanam

Langkah kedua dalam membudidayakan atau sekedar menanam cabai keriting adalah pemilihan dan penentuan lokasi tanam. Hal ini sangat penting dilakukan demi terciptanya hasil yang baik dan sempurna ketika cabai nanti dipanen.

Berikut adalah beberapa tips-tips ketika kalian hendak mementukan lokasi penanaman cabai, diantaranya:

  1. Permukaan tanah haruslah berada diantara ketinggian 300 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut (mdpl).
  2. Suhu atau temperatur menjadi sangat krusial, suhu yang ideal untuk penanaman cabai haruslah berada di angka sekitar 24 derajat celcius.
  3. Pastikan kelembapan dari lokasi penanaman tidak terlalu tinggi. Cabai yang ditanam di area lembab bisa mudah busuk.
  4. Tanaman cabai sebaiknya ditanam di lokasi yang terkena cahaya matahari secara langsung sepanjang hari
  5. Cabai bisa ditanam di tanah bekas padi alias sawah, karena sawah memiliki tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara serta memiliki persediaan air tanah yang cukup
  6. Tanaman cabai haruslah ditanam di tanah yang memiliki PH berkisar antara 5 hingga 7, agar tanaman tidak busuk atau gagal panen.

3. Pilih Bibit Cabai dengan Baik

Setelah kalian menentukan lokasi tempat penanaman cabai, langkah ketiga adalah pemilihan benih atau bibit cabai agar sesuai dengan lokasi tempat dimana kalian akan menanamnya.

Untuk mendapatkan benih cabai dengan kualitas yang baik, kalian dapat mendatangi ke tempat penjualan benih ataupun langsung dari petani cabai, namun tidak ada salahnya bagi kalian yang ingin mendapatkan benih dari tanaman cabai yang kalian tanam.

Berikut adalah beberapa tips agar supaya kalian mendapatkan benih dengan kualitas yang baik dari hasil tanaman cabai:

  1. Jika kalian membeli dari petani cabai ataupun dari penjual benih di toko benih, kalian bisa memulai untuk melakukan penyemaian terlebih dahulu untuk mendapatkan kualitas benih cabai yang berkualitas.
  2. Agar benih cabai kalian dapat cepat tumbuh tunas, kalian bisa melakukan penggunaan media semai yaitu berupa tanah yang telah dicampur dengan sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1
  3. Kemudian taburi benih tanaman cabai diatas media tanam, setelah itu tutup tipis dengan tanah dari hasil campuran tadi hingga benar-benar tertutup. Ingat, jangan terlalu tebal dan banyak dalam melapisinya.
  4. Setelah itu letakkan di ruangan yang memiliki penyinaran yang minim dan tutup permukaan media semai dengan kain hitam yang telah dilubangi sehingga terlihat seperti kain yang memiliki pori-pori yang besar.
  5. Setelah semua siap, tunggu hingga tunas pada benih muncul dengan ketinggian 5 hingga 10 cm untuk bisa dipindahkan ke media tanam setelah 3 hingga 5 hari.
  6. Selain dengan tips-tips diatas, berikut adalah beberapa tips untuk pengambilan benih cabai:
  7. Untuk memperoleh benih dari tanaman cabai dapat dilihat dari tampilan fisiknya, ukuran induknya yang besar, serta dari bentuknya yang sempurna dan terlihat sehat. Dari berbagai macam kriteria tersebut maka akan menghasilkan cabai yang berkualitas.
  8. Selanjutnya, biarkan cabai mengering dengan sendirinya dan pilih buah cabe dari hasil diantara periode panen ke 4 hingga ke 6 karena didalam periode ini, akan menghasilkan benih cabai yang optimal.
  9. Panen di periode pertama hingga ketiga biasanya akan menghasilkan benih yang nantinya akan berbuah sedikit. Sedangkan ketika periode akhir maka akan diperoleh buah cabai yang banyak, namun hasil dari benihnya akan menghasilkan buah cabai yang kecil-kecil sehingga tidak maksimal.
  10. Kemudian setelah dipanen, ambil alat pemotong untuk memotong cabai menjadi 3 bagian. Yang pertama ambil biji pada potongan bagian tengah, karena bagian tengah merupakan bagian biji cabai yang lebih berkualitas dibanding kedua potongan bagian depan dan belakang.
  11. Rendam biji cabai yang telah diambil di bagian tengah tadi ke dalam air bersih. Kemudian pilihlah biji yang tenggelam dalam air dan jangan kalian ambil biji yang terapung diatas air bersih tersebut. Angkat biji benih cabai dari rendaman air bersih tersebut untuk dikeringkan selama 3 hari atau lebih.
  12. Agar terhindar dari serangan jamur dan memperoleh benih yang organik, rendam biji tersebut sebelum dijemur hingga kering dengan campuran fungisida agar dapat bertahan lama.
  1. Semai Benih Cabai

Setelah memilih bibit dengan baik dan seksama, langkah selanjutnya adalah menyemai benih, alias persiapan pertumbuhan awal tanaman cabai.

Bagi kalian yang memiliki lahan seluas 1 hektar, maka dibutuhkan benih cabai sejumlah ½ kg. Kemudian setelah tersedianya lahan, benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu sebelum langsung ditanam pada lahan, karena pada dasarnya tidak semua benih yang ditanam tumbuh dengan baik.

Penyemaian ini berguna untuk menyeleksi benih-benih yang sudah benar-benar tumbuh dan kuat untuk nantinya ditanam pada lahan yang lebih luas. Penyemaian disarankan diberi naungan agar terlindung dari serangan sinar matahari secara langsung, terjangan angina hingga derasnya hujan.

Kemudian, kalian siapkan media tanam dan polybag yang memiliki ukuran 5 x 10 cm. Media tanam yang disarankan berisi campuran tanah, pupuk kompos dana rang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang diaduk hingga tercampur dengan rata. Kemudian, isilah polybag tersebut dengan media tanam yang telah disiapkan hingga mencapai ¾ bagian.

Kemudian, setelah kalian menyiapkan media tanam, rendamlah benih terlebih dahulu pada air hangat sekitar 6 jam. Hal ini untuk merangsang pertumbuhan benih.

Tanam benih tipis-tipis kira-kira berukuran sedalam 1,5 cm, kemudian tutupi kembali dengan media tanam. Simpan ditempat yang aman dari segala macam serangan makhluk hidup.

Siram benih tersebut dengan air bersih setiap pagi dan sore hari agar setelah berumur 1 bulan lamanya kalian dapat melihat benih tersebut telah tumbuh menjadi bibit cabai yang sudah siap untuk bisa dipindahkan ke lahan yang lebih luas.

5. Olah Lahan Tanam

Setelah kalian menanam benih pada media tanam, langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan yang baik dan tepat agar tanaman cabai dapat tumbuh dengan lebat.

Berikut tips-tips dalam mengolah lahan agar tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik.

Mulailah dengan membajak atau mencangkul lahan dengan kedalaman 40 cm. singkirkan kerikil atau batu serta sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma atau tanaman pengganggu pada lahan dapat dimusnahkan terlebih dahulu dengan menggunakan herbisida.

Buat gundukan tanah dengan berukuran tinggi 40 cm dan lebar 1 m. Buat jarak antar gundukan tanah sebesar 60 cm. Agar memudahkan kalian dalam pemeliharan, buatlah panjang gundukan tanah maksimal 15 m. Tanaman cabai sangat tidak menyukai genangan air sehingga diperlukan juga saluran drainase yang baik.

Lakukan pemberian dolomit atau kapur pertanian sebanyak 2 hingga 4 ton per hektar saat proses pembajakan dan pembuatan lahan agar terhindar dari serangan virus yang membuat daunnya terlihat pucat. Pemberian dolomit akan memberikan tingkat keasaman tanah yang rendah dengan PH 6 hingga 7 sehingga akan optimal dalam penanaman cabai.

Beri pupuk kompos, tambahan pupuk KCL, pupuk urea pada setiap gundukan tanah secara merata yang masing-masing pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar, pupuk KCL sebanyak 200 kg per hektar dan pupuk urea sebesar 350 kg per hektar.

Beri mulsa plastik untuk menutupi gundukan tanah, hal ini berguna untuk menekan erosi, mempertahankan kelembapan, menjaga kebersihan lahan serta mampu mengendalikan gulma.

Buatlah lubang tanam dengan ukuran kedalaman 10 cm atau bisa disesuaikan dengan ukuran polybag yang telah disemai benih cabai dalam setiap gundukan tanah sebanyak 2 baris dan beri jakar sekitar 60 hingga 70 cm. Lubang tanam sebaiknya dibuat tidak sejajar atau dibuat zig zag. Hal tersebut dilakukan agar sirkulasi udara yang masuk dapat teratur dan mampu menekan sinar matahari.

6. Rawat Tanaman Cabai

Setelah kalian mengikuti semua tahapan sebelumnya, maka kalian tinggal menaruh polybayang telah terisi oleh benih yang telah disemai ke dalam gundukan tanah tersebut.

Setelah itu, maka kalian hanya akan melakukan perawatan yang tepat pada tanaman cabai agar mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah perawatan yang tepat yang harus dilakukan.

Yang pertama, lakukan penyiraman secara rutin dengan menggunakan air bekas cucian beras agar cabai dapat cepat berbuah. Penyiraman dilakukan di pagi dan sore hari.

Kemudian kalian dapat memberikan beberapa vitamin untuk memberi nutrisi pada tanaman cabai dan melakukan pemupukan lanjutan yang dilakukan setiap 2 minggu sekali. Sambil memberi pupuk tambahan, kalian perlu menambahkan kadar tanah pada media tanam karena tanahnya akan selalu terkikis seiring kalian melakukan penyiraman.

Jagalah kebersihan tanaman, cabut semua daun yang telah mengering, sambil terus memantau dan mencabut tanaman liar yang tumbuh pada media tanam.

Untuk memberantas hama yang mengganggu, kalian dapat menyemprotkan pestisida, namun perlu diingat, jangan terlalu banyak dan sering diberi pestisida, karena nantinya dapat memberikan dampak kesehatan yang buruk ketika cabai sudah dipanen dan dikonsumsi oleh manusia.

Setelah semua dilakukan, langkah paling terakhir dalam penanaman tanaman cabai keriting adalah tunggu hingga cabai siap dipanen dan perlu diingat, ketika cabai di panen hindari mencabut buah cabai karena akan dapat merusak tekstur tanaman sehingga akan sulit dipanen lagi.

Lakukan pemanenan dengan cara memotong bagian batang cabai dengan menggunakan tangan ataupun alat pemotong lainnya seperti gunting.

Yang paling utama ketika kalian hendak menanam tanaman cabai ialah kalian harus rajin-rajin memantau tanaman cabai kalian, karena tanaman cabai sangat rentan terhadap serangan hama.

Serta yang tak kalah penting adalah, kalian harus menanam cabau dengan niat dan komitmen yang tinggi untuk dapat menghasilkan tanaman cabai dengan kualitas nomor satu.

Hasil Pertanian Indonesia Paling Diminati di Dunia

Hasil pertanian indonesia sangat penting untuk memajukan pergerakan ekonomi negara kita setiap harinya. Bahkan negara kita tergolong sebagai daerah yang menjunjung tinggi semangat bertani bagi masyarakatnya. Tidak heran pemerintah selalu mencari cara agar komoditi pertanian kita semakin maju setiap saat.

Indonesia sendiri termasuk negara agraris yang terdapat banyak komoditi pertanian ekspor terbaik sampai ke luar negeri. Dari segi kualitas maupun harga, tentu tidak kalah dari negara pesaing lainnya. Untuk jenis produk tani paling diminati, tergolong dalam kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lain.

Hasil pertanian Indonesia
Hasil Pertanian Indonesia Paling Diminati di Dunia

Makanan Pokok dan Kebutuhan Sehari-hari

Untuk hasil pertanian indonesia paling disukai pertama adalah kopi. Indonesia memiliki iklim yang tepat untuk menghasilkan produk kopi berkualitas super. Banyaknya produksi kopi di nusantara, membuat kita hanya kalah dari Brasil dan Vietnam saja. Dengan kata lain, masuk 3 besar produsen kopi terbesar dunia.

Indonesia terkenal dengan jenis kopi arabika dan robusta. Selain itu kopi luwak juga jadi komoditi ekspor besar lainnya dari negara kita. Beberapa importir di wilayah Amerika, Asia dan Timur Tengah adalah daerah ekspor terbesar saat ini. Tidak heran jika kopi khas nusantara kita sering muncul di berita atau artikel asing.

Hasil pertanian indonesia selanjutnya adalah beras. Mungkin banyak yang heran karena Indonesia adalah negara penghasil beras besar akan tetapi sering melakukan import. Ini dilakukan karena kebutuhan nasional akan beras kita memang besar. Jadi, tidak mungkin hanya mengandalkan hasil produksi lokal.

Sementara itu untuk jenis beras yang diekspor ke berbagai negara bukanlah beras sembarangan melainkan beras premium. Dengan kata lain beras dengan kualitas terbaiklah yang diekspor dari negara kita ke luar negeri. Beberapa negara tujuan ekspor beras premium ada di ASEAN, benua Amerika dan Eropa.

Buah dan sayur juga termasuk dalam hasil tani besar dari nusantara bahkan diekspor juga ke mancanegara. Buah dan sayur yang diekspor kebanyakan memiliki khasiat atau manfaat baik buat kesehatan. Misalnya saja buah manggis dan pisang yang digemari beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok dan negara-negara ASEAN.

Lalu untuk sayuran, maka jumlahnya lebih banyak bahkan sampai 80 jenis. Sayuran dari pertanian negara kita diekspor menuju Tiongkok, Taiwan, Belanda dan negara-negara ASEAN. Selain tanaman konsumsi, ternyata pembudidaya juga melakukan ekspor bunga seperti melati dan kamboja.

Hasil Pertanian Indonesia Berupa Rempah dan Tembakau

Jika menyangkut rempah-rempah, nusantara memang jadi salah satu penghasil terbesar dari dulu sampai sekarang. Apalagi di zaman dahulu di mana perdagangan rempah Indonesia menguasai dunia. Banyak perantara dagang asal Portugis, Belanda dan Spanyol menyalurkan rempah Indonesia ke wilayah mereka.

Hasil pertanian indonesia terbanyak terutama berasal dari wilayah timur. Bukan hanya jumlah yang besar akan tetapi dari segi kualitasnya bagus. Meskipun begitu, pertanian rempah di wilayah Indonesia masih perlu dikembangkan kembali. Termasuk dengan tujuan membuat petaninya semakin maju dan berkembang.

Jika petani mampu menunjukan perkembangan yang maksimal, maka menguntungkan buat perekonomian. Beberapa produk rempah yang paling digemari adalah lada, vanili dan biji pala. Selain itu Indonesia beberapa tahun belakangan ini ekspor cengkeh dan kayu manis juga makin besar.

Selain rempah, ekspor pertanian Indonesia juga menyasar pada tembakau. Terlebih lagi dipasaran internasional di mana tembakau dipakai sebagai bahan pembuatan parfum dan obat. Jadi, tembakau tidak hanya dijadikan sebagai rokok saja, melainkan kegunaan lain membuat peluang ekspornya semakin besar.

Di wilayah Indonesia, Bojonegoro adalah daerah dengan kualitas tembakau terbaik. Mereka berhasil membudidayakan tembakau virginia dengan kualitas super. Selain itu di Jawa Timur, daerah seperti Madura dan Jember juga sudah mampu memproduksi tembakau berkualitas.

Untuk saat ini Indonesia memiliki pusat ekspor ke beberapa negara Eropa seperti Rusia, Jerman dan Belgia. Ekspor ke Amerika Serikat juga sudah digalakkan cukup lama, dan beberapa tahun terakhir mulai merambah pasar Afrika sehingga semakin luas jangkauan ekspor tembakau kita.

Melihat besarnya komoditi ekspor dari produk tani tersebut, membuat peluang Indonesia jadi nomor satu dalam bidang ini semakin besar. Tentu harus didukung juga dengan banyaknya petani dengan produk hasil pertanian indonesia wajib dapat bersaing dengan negara asing lain yang mulai berkembang.

8 Cara Sukses Menanam Cabai Rawit agar Hasil Panen Berlimpah

Di Negara Indonesia cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai favorit. Bahkan cabai rawit merah sangat digemari masyarakat indonesiakarena rasanya yang sangat pedas.

Jenis Cabai rawit ini sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau dengan media pot. Cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hampir semua jenis tanah cocok untuk menanam cabai rawit ini. Namun yang paling baik adalah tanah humus yang kaya akan unsur hara.

Tanaman cabai rawit membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Jika kurang sinar matahari, tanaman akan tumbuh meninggi, daun dan batang lemas, umur panen lebih lama, serta  produksi rendah.

Bibit cabe rawit
bibit cabe rawit yang sudah tumbuh sehabis di semai

Berikut tahapan cara menanam cabai Rawit :

  1. Menyiapkan Media SemaiMedia yang dianjurkan untuk penyemaian adalah campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1. Untuk mencegah serangan penyakit, media semai terlebih dahulu disterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan mengukus media atau dengan menjemur di panas matahari. Kemudian didinginkan, dimasukan ke dalam wadah penyemaian, dan disiram.Media semai yang biasa digunakan antara lain polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.
  2. Menyiapkan Benih / Biji Cabai
    Biji / Benih cabai diambil dari pertanaman buah cabai yang sehat, yakni yang berasal dari buah yang telah matang penuh dan sehat. Sebelum benih disemai, terlebih dahulu benih direndam dalam air hangat kuku (suhu 45-50 derajat celcius) selama 1 jam guna mempercepat tumbuhnya benih. Selain dengan air hangat, benih juga dapat direndam dalam larutan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam. Fungsinya selain untuk mempercepat tumbuhnya benih juga untuk mencegah serangan jamur dan menyortir biji benih yang kosong.Selama perendaman, benih yang cacat dan yang mengapung dibuang. Setelah itu benih ditiriskan dan dikering anginkan di atas kertas koran agar tidak lengket di tangan saat menyemaikan.
  3. Penyemaian Biji / Bibit
    Biji / Benih Cabai disemai satu persatu dalam wadah semai yang sudah di isi media semai, dan ditutup dengan media semai halus dengan cara diayakan. Untuk mempertahankan kelembaban, persemaian ditutup dengan plastik mulsa atau karung plastik atau goni atau daun pisang. Selama di pesemaian dilakukan penyiraman dengan memercikan air.Umur 5-7 hari setelah semai, benih akan tumbuh. Tutup persemaian dibuka. Setelah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 helai, bibit dapat dipindahkan ke dalam pot atau polybag besar.
  4. Media Tanam dan Penanaman
    Jenis media tanam untuk budidaya menanam cabai rawit dalam pot atau polybag adalah campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Jika tanahnya padat, dapat ditambahkan sekam bakar atau sekam yang sudah lapuk dengan perbandingan antara tanah, pupuk kandang/kompos dan sekam, 3:2:1. Ukuran pot/polybag besar yang dianjurkan adalah 40×50 cm.Penanaman atau pemindahan bibit dari polybag kecil ke polybag besar sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit mempunyai waktu yang cukup untuk beradaptasi pada malam hari. Bibit yang ditanam adalah yang telah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 lembar. Sebelum bibit ditanam atau dipindahkan, terlebih dahulu disiram dengan air sampai medianya jenuh. Selanjutnya bibit dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan hati-hati dan ditanam pada pot/polybag besar. Media dijaga agar tidak pecah.
  5. Masa Pemeliharaan Tanaman
    Perawatan dan Pemeliharaan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menanam cabai rawit. Pemeliharaan harus dilakukan secara disiplin, di antaranya penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.Penyiraman cukup dilakukan setiap hari sekali pada pagi atau sore hari jika tidak ada hujan. Penyiangan dilakukan sekali dua minggu dengan cara membuang rumput-rumput liar yang ada di dalam dan di sekitar pot/polybag.Tunas samping serta sebagian daun yang tumbuh sampai dengan ketinggian 15 – 25 cm dari permukaan tanah dipangkas/dirempel. Pemangkasan bertujuan untuk menghindari percikan air penyiraman yang menempel pada bagian tanaman, batang menjadi kokoh dan kuat, pertumbuhan bagian atas tanaman lebih sempurna, dan sirkulasi udara lebih baik.
    Untuk Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin menggunakan bahan yang kuat, seperti kayu, bambu atau bahan lainnya.
  6. Tahap Pemupukan
    Apabila akan menggunakan Pupuk kimia agar diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan. Jenis Pupuk yang diberikan adalah NPK dilarutkan dengan air bersih. Kemudian larutan pupuk disiramkan pada tanaman sebanyak kurang lebih 200 ml per pot/polybag, satu kali dalam 10 hari.Jika diperlukan pupuk tambahan dapat juga diberikan air cucian beras, air cucian daging/ikan, pupuk cair (urine ternak), dan pupuk nabati seperti daun Titonia. Air cucian beras atau air cucian daging/ikan sebelum digunakan terlebih dahulu disaring. Urine ternak yang digunakan adalah yang sudah difermentasi.
  7. Waspadai Serangan Hama
    Berbagai tantangan yang cukup berat dalam budidaya cabai adalah serangan hama dan penyakit atau OPT. Jenis hama yang banyak menyerang tanaman cabai rawit antara lain ulat tanah, ulat grayak, ulat buah, kutu kebul, kutu daun, trips dan tungau. Jenis – jenis penyakit yang banyak menyerang antara lain: Virus kuning, busuk buah Antraknos, Layu Fusaium, layu bakteri, bercak daun serkos poradan rebah kecambah.Cara pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu melakukan budidaya secara sehat yang diawali dengan pemilihan varietas tahan, benih yang bebas serangan OPT, perlakuan benih, sterilisasi media semai, penyiraman, sanitasi lahan dan pemupukan secara teratur, serta pengamatan rutin setiap pagi dan sore hari.Kontrol dan awasi rutin pada pagi dan sore supaya dilakukan karena umumnya hama menghinggapi tanaman pada pagi dan sore hari sampai malam. Jika ditemukan hama, langsung dilakukan pengendalian secara mekanik, yaitu dengan mengambil hama dan membunuhnya.Kemudian langkah selanjutnya bisa disemprot dengan pestisi dan abati atau bio pestisida, seperti minyak serai wangi dengan dosis 1-3 cc/liter air yang ditambah dengan sedikit detergen. Pestisi dan abati lainnya bisa dibuat dari daun sirsak, daun mindi, daun bengkuang, bayam duri, bunga kembang puku lempat, tembakau dan lain-lain.
  8. Masa Panen dan Pasca Panen
    Panen cabai rawit dilakukan saat berumur sekitar 80-90 hari setelah tanam (HST), tergantung pada varietas dan ketinggian tempat umbuh. Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah. Cabai rawit bisa dipanen setiap 1 minggu sekali. Jika budidaya dilakukan dengan benar, cabai rawit mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun.Itulah cara menanam cabai rawit. Kamu pun dapat memperoleh hasil melimpah jika memperhatikan dengan benar cara menanam cabai rawit di atas.    Selamat mencoba!

Porang, Produk Pertanian Indonesia yang Laris di Mancanegara

Sebagai negara yang luas dan tanahnya subur, tidak heran jika produk pertanian Indonesia menjadi salah satu sektor unggulan. Indonesia memiliki letak geografis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dan matahari yang bersinar sepanjang tahun. Selain itu, negara ini juga berdiri di atas cincin api pasifik.

Karena berada di atas jalur gunung berapi, Indonesia menjadi negara yang rawan bencana, salah satunya gunung meletus. Namun, semburan lava pijar dan material gunung berapi ternyata bukan hanya membawa bencana, namun juga berkah. Karena material vulkanik tersebut membuat tanah disekitarnya menjadi sangat subur.

Salah satu produk pertanian Indonesia yang akhir-akhir ini diminati oleh pasar ekspor adalah porang. Tanaman yang satu ini merupakan sejenis umbi-umbian dan biasanya banyak dikonsumsi oleh masyarakat di pedesaan. Namun, siapa sangka bahwa tanaman yang dianggap remeh ini justru sangat dicari oleh pasar mancanegara.

Manfaat Umbi Porang untuk Kesehatan

Akrab disebut juga dengan nama lain iles-iles, porang dulu hanya dianggap sebagai tanaman liar karena aromanya yang kurang sedap. Namun, siapa sangka jika jenis umbi-umbian ini dapat diolah menjadi aneka produk seperti, tepung, mie, hingga digunakan dalam industri kecantikan dan pembuatan lem.

Selain menjadi bahan baku aneka produk tersebut, porang juga kaya akan khasiat bagi kesehatan. Adanya kandungan senyawa glukomanan dalam umbi porang membuatnya menjadi salah satu jenis tanaman yang kaya akan manfaat. Berikut ini beberapa manfaat porang yang merupakan salah satu produk pertanian Indonesia.

  1. Salah satu bahan pangan sehat

Karena kandungan glukomanan di dalamnya, membuat porang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan tepung. Bukan saja kandungan senyawa tersebut yang menjadikan porang unggul, namun porang juga mengandung serat dan rendah kalori. Bukan hanya bisa dinikmati dalam bentuk umbi lalu mengukusnya saja, anda juga bisa membeli produk-produk olahan yang berasal dari umbi satu ini. Salah satunya adalah tepung, yang dapat diolah menjadi aneka makanan.

  • Mengurangi kolesterol

Senyawa yang terdapat di tanaman satu ini ternyata juga bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Glukomanan dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi di usus kecil, sehingga meningkatkan insulin dalam tubuh.

  • Membantu menurunkan berat badan

Kaya akan serat menjadikan produk pertanian Indonesia satu ini dapat dijadikan pilihan untuk program diet. Selain mengenyangkan, umbi porang saat ini juga tersedia dalam berbagai bentuk olahan, seperti mie yang dapat anda masak bersama bahan-bahan lain seperti sayuran untuk program diet.

Walaupun kaya akan manfaat, namun sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika mengkonsumsinya untuk tujuan pengobatan. Karena jika tidak cocok dengan kandungan di dalam umbi satu ini, tubuh akan merasakan efek sampingnya.

Cara untuk Budidaya Umbi Porang

China, Korea, Jepang, hingga Taiwan menjadi negara tujuan ekspor tumbuhan khas tropis satu ini. Jika dulu dianggap sebagai tanaman pengganggu atau hama, porang kini menjadi salah satu incaran bagi sektor pertanian dan pengusaha. Karena selain mudah dibudidayakan, nilai jualnya pun sangat tinggi, nah jika tertarik, berikut ini cara budidayanya yang harus anda simak.

  1. Budidaya dengan biji

Produk pertanian Indonesia satu ini biasanya akan berbunga setelah berusia empat tahun, bunga tersebut nantinya akan menjadi buah dan biji. Anda bisa mendapatkan biji porang dari bunga atau buah lebih dari 200 biji dari setiap buahnya. Untuk menumbuhkannya, anda harus menyemai bijinya lebih dulu hingga siap untuk dipindah ke media tanam.

  • Budidaya melalui umbi

Tanaman satu ini akan terus tumbuh dan menghasilkan umbi-umbi kecil di sekitar umbi utama yang biasanya berukuran lebih besar. Nah, untuk menjadikan umbi utama tersebut lebih besar, biasanya para petani akan mengurangi umbu-umbi kecilnya. Anda bisa memperbanyak atau membudidayakannya menggunakan umbi-umbi kecil tersebut sebagai bibit.

Itulah beberapa cara budidaya tanaman porang, namun sebelum mulai menanam ada baiknya untuk menyiapkan medianya lebih dulu. Karena tanaman tropis ini akan tumbuh dengan baik dibawah naungan pepohonan, terutama dibawah pohon jati. Iklim juga perlu untuk diperhatikan, karena produk pertanian Indonesia satu ini lebih menyukai tempat teduh.

Sektor Pertanian Indonesia dan Berbagai Tantangannya ke Depan

Berbicara mengenai sektor pertanian Indonesia memang bisa dikatakan sebagai salah satu kekuatan ekonomi negara ini. Berdasarkan data saat ini bahkan ada sampai 100 juta orang di Indonesia yang berkecimpung di dunia tani. Tentu saja hal ini juga tidak kemudian membuat pemerintah diam, ada berbagai upaya yang dilakukan.

Kementerian Pertanian sudah melakukan berbagai usaha untuk memberikan pembinaan kepada rakyat yang berada pada sektor pertanian agar dapat mengembangkan kemampuannya. Sudah pasti hal ini dilakukan juga untuk menguatkan perekonomian Indonesia yang salah satunya ditopang oleh sektor tersebut.

Lahan Indonesia yang memang subur dan cocok untuk dijadikan sebagai area untuk diolah menjadi keuntungan tersendiri negara ini. Bahkan jika berbagai upaya lebih terus dilakukan maka kesejahteraan para petani juga akan meningkat. Termasuk di dalamnya adalah kontribusi bagi perekonomian negara juga akan mengalami peningkatan.

Masih ada berbagai tantangan di sektor pertanian Indonesia yang harus dihadapi terutama orang-orang bergerak di bidang tersebut. Setiap tantangannya perlu dicari solusi terbaik dan tepat tentunya. Sudah pasti juga termasuk dalam upaya meningkatkan potensi dari pelaku petani itu sendiri agar mampu mengembangkan lahannya sebaik mungkin.

Sektor Pertanian Sebagai Penopang Perekonomian

Pembinaan dilakukan oleh pihak pemerintah kepada usaha kecil menengah agar mampu dijadikan sebagai salah satu pondasi yang kuat terhadap perekonomian di Indonesia. Berbagai kerja sama juga terus dilakukan dengan banyak pihak agar bisa memberikan penyuluhan terbaik serta meningkatkan kemampuan dari para pelaku usaha tersebut termasuk di sektor pertanian di Indonesia.

Bidang pertanian khususnya untuk bidang pangan memang masih berpegang kuat pada sektor tani yang masih kecil. Oleh karena itu, bagian ini harus dibina sebaik mungkin agar dapat terus berkembang sesuai harapan. Tentu saja nantinya yang merasakan keuntungannya juga Indonesia sendiri sehingga sektor ini harus dijadikan sebagai pondasi perekonomian.

Ada banyak harapan terhadap sektor pertanian Indonesia serta pelaku usaha kecil yang masih pemula untuk melakukan berbagai inovasi. Hal ini tentu saja akan membantu dalam memperkuat perekonomian di negara ini. Apalagi untuk masalah pangan adalah sesuatu yang pastinya akan selalu dibutuhkan oleh manusia sebagai konsumennya.

Pola-pola sektor tani terus dikembangkan dengan berbagai upaya agar para petani juga bisa menerapkannya dengan baik. Pelatihan yang diberikan oleh pihak pemerintah menjadi salah satu jalan solusi untuk banyak pihak agar nantinya dapat mewujudkan tani yang maju dan tentunya berkembang secara optimal dalam meningkatkan perekonomian negara.

Tentu saja setiap upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah tidak akan membuahkan hasil optimal jika tidak ada dukungan dari pihak-pihak lainnya. Baik pihak yang diajak untuk melakukan kerja sama dan petani yang terjun langsung di lahan pertanian pastinya. Jadi memang semua pihak harus bersinergi dengan baik untuk menghasilkan yang terbaik.

Tantangan Pertanian Indonesia yang Perlu untuk Ditaklukkan

Meskipun memang masih menjadi sektor pendukung perekonomian terkuat di Indonesia, tetapi sektor pertanian Indonesia masih memiliki banyak tantangan untuk ditaklukkan. Tantangan pertama yang harus dihadapi adalah berkurangnya sumber air untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Apalagi saat ini sudah banyak konversi lahan yang semakin tidak terkendali.

Tidak hanya itu, tetapi lambannya perkembangan kompetensi dari para petani juga menjadi tantangan selanjutnya. Meskipun penyuluhan dan pelatihan terus gencar dilakukan, tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi secara signifikan serta masih kurangnya pembangunan kelembagaan khusus bagi para petani sehingga hal ini harus dicarikan solusi.

Adanya kebijakan nasional yang dibuat untuk melakukan pelestarian serta pengembangan pada jenis plasma nutfah masih belum optimal. Hal ini menyebabkan beberapa potensi lokal dari sektor pertanian Indonesia mulai hilang. Tentu saja jika hal ini terus terjadi maka akan sangat merugikan untuk negara ini ke depannya.

Tantangan selanjutnya adalah karena upaya yang dilakukan pihak pemerintah dalam sinkronisasi sektor pertanian dengan pariwisata ternyata masih belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu lebih agar hal tersebut bisa memberikan perubahan besar pada kedua sektor ini tentunya.

Setiap tantangan tersebut masih akan terus berlanjut beberapa waktu ke depan. Masih ada banyak perjuangan perlu dilakukan agar nantinya mampu menghasilkan keuntungan terbaik. Oleh karena itu, harus mulai ditata kembali sektor pertanian Indonesia agar mampu menghasilkan lebih lagi.