Perkebunan Tanaman Hias, Ide Bisnis Menggiurkan Tahun ini

Saat ini berkebun tengah diminati oleh masyarakat, karena itulah perkebunan tanaman hias dapat menjadi ide usaha yang menarik. Tanaman hias banyak dicari bukan saja untuk menghias rumah, tapi telah berkembang menjadi hobi. Banyak orang membelinya untuk dirawat ditengah kesibukan sehari-hari.

Dengan semakin meningkatnya peminat tanaman hias, dan digalakkannya kampanye go green, bisnis satu ini memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya. Saking meningkatnya permintaan pasar, beberapa waktu belakangan ini sejumlah tanaman dijual dengan harga sangat tinggi. Padahal sebelumnya jenis tersebut dijual dengan harga puluhan ribu saja.

melihat fakta tersebut, tentu sangat menguntungkan jika kita dapat memulai usaha pada bidang perkebunan satu ini. Apalagi jika Anda tinggal di daerah berhawa sejuk, sudah pasti lokasi Anda sangat mendukung untuk budidaya aneka tanaman hias.

Perkebunan Tanaman Hias
Yang punya hoby tanaman hias bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan juga seperti Aglonema, Monstera, Kaktus

Langkah Awal Memulai Bisnis Perkebunan Tanaman Hias

Seperti bisnis pada umumnya, saat mulai berbisnis Anda harus mengetahui dasar-dasarnya lebih dulu. Setidaknya simaklah beberapa tips berikut untuk dijadikan langkah awal dalam bisnis perkebunan anda.

1. Mengenal tanaman hias

Bisa dibilang ini adalah syarat yang wajib Anda penuhi, karena bagaimana mungkin seseorang bisa berdagang jika tidak mengenal produk yang dijualnya. Namun, Anda tidak usah terlalu khawatir, karena saat ini banyak media di internet yang menyajikan informasi seputar tanaman. Anda bisa juga membeli beberapa tanaman dan mencoba merawatnya lebih dulu hingga beberapa saat.

2. Lokasi perkebunan

Karena Anda adalah seorang pemula, ada baiknya untuk memanfaatkan halaman rumah sebagai lokasi usaha. Tidak perlu lahan luas terlebih dahulu, Anda bisa menanamnya di pot-pot yang bisa ditempatkan di pekarangan rumah. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah dan sekalian belajar cara merawatnya.

Namun, jika Anda memiliki lahan kosong dan lokasinya strategis, tempat tersebut bisa dijadikan sebagai tempat berjualan sekaligus perkebunan tanaman hias. Karena biasanya pembeli lebih tertarik jika dapat melihat cara penanamannya secara langsung.

3. Pemilihan jenis tanaman

Saat memulai usaha, Anda juga harus menentukan jenis tanaman hias apa yang akan dibudidayakan. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan lokasi dan media yang Anda gunakan untuk menanam. Beberapa tanaman hanya dapat tumbuh di lingkungan yang sejuk, dan ada juga yang bisa tumbuh dengan baik di lingkungan yang lebih panas. Karena itulah penting untuk menentukan jenis yang sesuai dengan lokasi usaha anda.

Referensi Tanaman Hias yang Dapat Dipilih

Berikut ini beberapa contoh tanaman yang dapat Anda pilih untuk dibudidayakan. Namun sebelum memilih salah satunya pastikan lebih dulu jenis mana yang paling banyak dicari di daerah anda. Pilih juga tanaman yang lebih mudah perawatannya mengingat Anda adalah seorang pemula.

1. Aglonema

Pada 2020 lalu aglonema sangat dicari dipasaran, harganya pun ada yang mencapai puluhan juta rupiah. Di Indonesia aglonema disebut juga dengan panggilan ‘sri rejeki’ karena konon tanaman ini dapat membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Aglonema dapat tumbuh dengan baik di luar maupun dalam ruangan dan tersedia dalam aneka pilihan warna. Karena pemeliharaannya yang mudah, aglonema seringkali menjadi pilihan bagi para pemula dan dapat menjadi ide perkebunan tanaman hias anda.

2. Monstera

Salah satu yang populer dari jenis ini adalah janda bolong, monstera sangat unik karena daunnya yang berlubang. Perawatannya sendiri sangat mudah, asal rutin menyiram dan tidak terkena panas secara berlebihan, monstera bisa tetap tumbuh. Bahkan untuk beberapa jenis monstera dijual dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.

3. Kaktus

Jenis tanaman yang satu ini tidak memerlukan penyiraman secara rutin setiap hari. Jika Anda tinggal di daerah panas, kaktus dapat jadi pilihan terbaik. Bukan saja diburu untuk dijadikan penghias ruangan, kaktus juga banya dicari untuk dijadikan souvenir atau hadiah. Apalagi jenis dan warna serta bentuknya juga banyak dan unik-unik. Satu lagi yang menjadi keunggulan kaktus, yaitu tersedia dari harga beberapa ribu rupiah hingga puluhan juta.

Dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat terkait isu lingkungan, peminat tanaman juga ikut meningkat. Apalagi jika Anda memiliki keahlian dan suka berkebun, sudah pasti bisnis perkebunan tanaman hias dapat menjadi ide usaha yang menjanjikan.

8 Cara Sukses Menanam Cabai Rawit agar Hasil Panen Berlimpah

Di Negara Indonesia cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai favorit. Bahkan cabai rawit merah sangat digemari masyarakat indonesiakarena rasanya yang sangat pedas.

Jenis Cabai rawit ini sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau dengan media pot. Cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hampir semua jenis tanah cocok untuk menanam cabai rawit ini. Namun yang paling baik adalah tanah humus yang kaya akan unsur hara.

Tanaman cabai rawit membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Jika kurang sinar matahari, tanaman akan tumbuh meninggi, daun dan batang lemas, umur panen lebih lama, serta  produksi rendah.

Bibit cabe rawit
bibit cabe rawit yang sudah tumbuh sehabis di semai

Berikut tahapan cara menanam cabai Rawit :

  1. Menyiapkan Media SemaiMedia yang dianjurkan untuk penyemaian adalah campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1. Untuk mencegah serangan penyakit, media semai terlebih dahulu disterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan mengukus media atau dengan menjemur di panas matahari. Kemudian didinginkan, dimasukan ke dalam wadah penyemaian, dan disiram.Media semai yang biasa digunakan antara lain polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.
  2. Menyiapkan Benih / Biji Cabai
    Biji / Benih cabai diambil dari pertanaman buah cabai yang sehat, yakni yang berasal dari buah yang telah matang penuh dan sehat. Sebelum benih disemai, terlebih dahulu benih direndam dalam air hangat kuku (suhu 45-50 derajat celcius) selama 1 jam guna mempercepat tumbuhnya benih. Selain dengan air hangat, benih juga dapat direndam dalam larutan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam. Fungsinya selain untuk mempercepat tumbuhnya benih juga untuk mencegah serangan jamur dan menyortir biji benih yang kosong.Selama perendaman, benih yang cacat dan yang mengapung dibuang. Setelah itu benih ditiriskan dan dikering anginkan di atas kertas koran agar tidak lengket di tangan saat menyemaikan.
  3. Penyemaian Biji / Bibit
    Biji / Benih Cabai disemai satu persatu dalam wadah semai yang sudah di isi media semai, dan ditutup dengan media semai halus dengan cara diayakan. Untuk mempertahankan kelembaban, persemaian ditutup dengan plastik mulsa atau karung plastik atau goni atau daun pisang. Selama di pesemaian dilakukan penyiraman dengan memercikan air.Umur 5-7 hari setelah semai, benih akan tumbuh. Tutup persemaian dibuka. Setelah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 helai, bibit dapat dipindahkan ke dalam pot atau polybag besar.
  4. Media Tanam dan Penanaman
    Jenis media tanam untuk budidaya menanam cabai rawit dalam pot atau polybag adalah campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Jika tanahnya padat, dapat ditambahkan sekam bakar atau sekam yang sudah lapuk dengan perbandingan antara tanah, pupuk kandang/kompos dan sekam, 3:2:1. Ukuran pot/polybag besar yang dianjurkan adalah 40×50 cm.Penanaman atau pemindahan bibit dari polybag kecil ke polybag besar sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit mempunyai waktu yang cukup untuk beradaptasi pada malam hari. Bibit yang ditanam adalah yang telah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 lembar. Sebelum bibit ditanam atau dipindahkan, terlebih dahulu disiram dengan air sampai medianya jenuh. Selanjutnya bibit dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan hati-hati dan ditanam pada pot/polybag besar. Media dijaga agar tidak pecah.
  5. Masa Pemeliharaan Tanaman
    Perawatan dan Pemeliharaan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menanam cabai rawit. Pemeliharaan harus dilakukan secara disiplin, di antaranya penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.Penyiraman cukup dilakukan setiap hari sekali pada pagi atau sore hari jika tidak ada hujan. Penyiangan dilakukan sekali dua minggu dengan cara membuang rumput-rumput liar yang ada di dalam dan di sekitar pot/polybag.Tunas samping serta sebagian daun yang tumbuh sampai dengan ketinggian 15 – 25 cm dari permukaan tanah dipangkas/dirempel. Pemangkasan bertujuan untuk menghindari percikan air penyiraman yang menempel pada bagian tanaman, batang menjadi kokoh dan kuat, pertumbuhan bagian atas tanaman lebih sempurna, dan sirkulasi udara lebih baik.
    Untuk Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin menggunakan bahan yang kuat, seperti kayu, bambu atau bahan lainnya.
  6. Tahap Pemupukan
    Apabila akan menggunakan Pupuk kimia agar diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan. Jenis Pupuk yang diberikan adalah NPK dilarutkan dengan air bersih. Kemudian larutan pupuk disiramkan pada tanaman sebanyak kurang lebih 200 ml per pot/polybag, satu kali dalam 10 hari.Jika diperlukan pupuk tambahan dapat juga diberikan air cucian beras, air cucian daging/ikan, pupuk cair (urine ternak), dan pupuk nabati seperti daun Titonia. Air cucian beras atau air cucian daging/ikan sebelum digunakan terlebih dahulu disaring. Urine ternak yang digunakan adalah yang sudah difermentasi.
  7. Waspadai Serangan Hama
    Berbagai tantangan yang cukup berat dalam budidaya cabai adalah serangan hama dan penyakit atau OPT. Jenis hama yang banyak menyerang tanaman cabai rawit antara lain ulat tanah, ulat grayak, ulat buah, kutu kebul, kutu daun, trips dan tungau. Jenis – jenis penyakit yang banyak menyerang antara lain: Virus kuning, busuk buah Antraknos, Layu Fusaium, layu bakteri, bercak daun serkos poradan rebah kecambah.Cara pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu melakukan budidaya secara sehat yang diawali dengan pemilihan varietas tahan, benih yang bebas serangan OPT, perlakuan benih, sterilisasi media semai, penyiraman, sanitasi lahan dan pemupukan secara teratur, serta pengamatan rutin setiap pagi dan sore hari.Kontrol dan awasi rutin pada pagi dan sore supaya dilakukan karena umumnya hama menghinggapi tanaman pada pagi dan sore hari sampai malam. Jika ditemukan hama, langsung dilakukan pengendalian secara mekanik, yaitu dengan mengambil hama dan membunuhnya.Kemudian langkah selanjutnya bisa disemprot dengan pestisi dan abati atau bio pestisida, seperti minyak serai wangi dengan dosis 1-3 cc/liter air yang ditambah dengan sedikit detergen. Pestisi dan abati lainnya bisa dibuat dari daun sirsak, daun mindi, daun bengkuang, bayam duri, bunga kembang puku lempat, tembakau dan lain-lain.
  8. Masa Panen dan Pasca Panen
    Panen cabai rawit dilakukan saat berumur sekitar 80-90 hari setelah tanam (HST), tergantung pada varietas dan ketinggian tempat umbuh. Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah. Cabai rawit bisa dipanen setiap 1 minggu sekali. Jika budidaya dilakukan dengan benar, cabai rawit mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun.Itulah cara menanam cabai rawit. Kamu pun dapat memperoleh hasil melimpah jika memperhatikan dengan benar cara menanam cabai rawit di atas.    Selamat mencoba!

Jenis Ikan yang Cocok untuk Budidaya Perikanan Air Payau

Beberapa cara dapat dijadikan pilihan untuk memelihara ikan, salah satunya budidaya perikanan air payau. Dijuluki sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hasil laut yang melimpah. Untuk memenuhi permintaan pasar, para nelayan bukan saja mengandalkan tangkapan dari laut atau danau.

Kini, para nelayan juga membuat keramba-keramba di tengah danau maupun laut untuk mendapat pasokan lebih banyak dan mudah. Namun ternyata, keramba dapat juga dibuat di perairan payau yang merupakan perpaduan air tawar dan laut . Keramba jenis ini biasanya terletak tidak jauh dari pantai.

Karena airnya yang lebih sedikit mengandung garam, beberapa jenis ikan lebih cocok untuk dibudidayakan di jenis air ini. Bahkan saat ini, jenis budidaya air payau telah dikenal dunia dan Indonesia dijadikan sebagai percontohan. Nah jika Anda tertarik, berikut ini beberapa hal menarik tentang pembudidayaan air payau.

Jenis Ikan untuk Budidaya Air Payau

Budidaya perikanan air payau dipilih karena lebih mudah dalam pemeliharaannya. Selain itu beberapa jenis ikan juga dapat tumbuh lebih baik dan cepat besar jika dipelihara di perairan payau. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Ikan kerapu

Salah satu jenis ikan laut satu ini terus mengalami penurunan populasi, karena itulah beberapa daerah mulai mengembangbiakkannya dalam keramba. Ikan ini terbagi dalam beberapa jenis dan sangat digemari untuk dikonsumsi karena rasanya yang lezat. Dari sejumlah ikan payau lainnya, kerapu termasuk yang harganya cukup tinggi di pasaran.

  1. Ikan patin

Patin masih satu keluarga dengan lele karena juga memiliki kumis, dan termasuk salah satu yang paling populer di Indonesia. Patin kerap kali dipilih oleh pembudidaya karena tidak butuh waktu lama untuk memanennya. Karena memiliki daging yang tebal, patin seringkali dipilih dalam olahan aneka masakan khas Indonesia.

  1. Udang

Udang bisa menjadi pilihan budidaya perikanan air payau, karena udang menjadi salah satu jenis seafood yang paling banyak digemari. Mulai dari pasar hingga supermarket besar pasti membutuhkan stok udang karena banyaknya permintaan. Bahkan, para pembudidaya tidak hanya memasuk kebutuhan dalam negeri saja, melainkan sudah diekspor hingga ke negara-negara tetangga.

  1. Bandeng

Rasanya semua orang Indonesia pasti tidak asing dengan nama ikan bandeng atau nama lainnya milk fish ini. Jenis ikan yang banyak diolah menjadi aneka hidangan di Indonesia ini ternyata juga dapat dibudidayakan secara maksimal di tambak dengan air payau. Bahkan beberapa daerah di Jawa dan Sulawesi telah menjadi sentra budidaya bandeng.

  1. Kepiting

Kepiting selalu menjadi pilihan utama dalam olahan seafood, dagingnya yang lembut dan kaya akan kandungan gizi membuatnya tidak pernah kehilangan pasar. Kebanyakan orang pasti mengira bahwa kepiting dibudidayakan dengan air laut. Namun sebenarnya akhir-akhir ini kepiting juga telah dibudidayakan di perairan payau. Walaupun demikian, nilai jualnya tetap sama tinggi.

Tips Budidaya Perikanan Air Payau

Jika Anda memiliki minat untuk usaha di perikanan payau, langkah awal yang harus disiapkan tentu saja lahannya. Namun jika Anda sudah memiliki lahan yang siap untuk digunakan sebagai lokasi tambak, berikut ini tips selanjutnya yang harus Anda persiapkan.

  1. Kolam ikan

Hal pertama yang harus dibuat adalah kolam ikan, jika Anda memiliki lahan di muara sungai tentu akan lebih mudah jika membuat keramba. Namun jika tidak, Anda juga bisa membuat kolam yang disesuaikan dengan modal dan lahan. Seperti membuat kolam semen, kolam terpal, atau kolam plastik.

Kedalaman dan lebar kolam bisa disesuaikan dengan jumlah ikan yang nantinya dikembangbiakkan. Namun kedalaman kolam paling ideal adalah 1,5 meter, karena jika terlalu dangkal plankton akan sulit berkembang dan ikan memiliki ruang gerak terbatas.

  1. Penaburan bibit ikan

Sebelum melakukan tips budidaya perikanan air payau yang kedua ini, Anda harus lebih dulu menyiapkan air. Yaitu dengan memberinya beberapa campuran bahan kimia yang dapat membantu menyingkirkan bakteri penyebab hama. Setelah itu, barulah bibit ikan bisa dimasukkan.

  1. Pemeliharaan air

Bukan saja ikan, air juga perlu untuk diperhatikan. Biasanya para peternak akan mengganti air setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Anda juga harus tetap menjaga ketinggiannya dengan mengisinya setiap 3 hari sekali. Karena biasanya jumlah air akan berkurang karena adanya proses penguapan.

Masih banyak jenis ikan lainnya yang dapat Anda pilih untuk budidaya air payau. Tentunya masing-masing jenis memiliki tingkat keasinan ideal, karena itulah sebelum budidaya perikanan air payau sangat penting untuk mencari informasi sebanyak mungkin.

Porang, Produk Pertanian Indonesia yang Laris di Mancanegara

Sebagai negara yang luas dan tanahnya subur, tidak heran jika produk pertanian Indonesia menjadi salah satu sektor unggulan. Indonesia memiliki letak geografis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dan matahari yang bersinar sepanjang tahun. Selain itu, negara ini juga berdiri di atas cincin api pasifik.

Karena berada di atas jalur gunung berapi, Indonesia menjadi negara yang rawan bencana, salah satunya gunung meletus. Namun, semburan lava pijar dan material gunung berapi ternyata bukan hanya membawa bencana, namun juga berkah. Karena material vulkanik tersebut membuat tanah disekitarnya menjadi sangat subur.

Salah satu produk pertanian Indonesia yang akhir-akhir ini diminati oleh pasar ekspor adalah porang. Tanaman yang satu ini merupakan sejenis umbi-umbian dan biasanya banyak dikonsumsi oleh masyarakat di pedesaan. Namun, siapa sangka bahwa tanaman yang dianggap remeh ini justru sangat dicari oleh pasar mancanegara.

Manfaat Umbi Porang untuk Kesehatan

Akrab disebut juga dengan nama lain iles-iles, porang dulu hanya dianggap sebagai tanaman liar karena aromanya yang kurang sedap. Namun, siapa sangka jika jenis umbi-umbian ini dapat diolah menjadi aneka produk seperti, tepung, mie, hingga digunakan dalam industri kecantikan dan pembuatan lem.

Selain menjadi bahan baku aneka produk tersebut, porang juga kaya akan khasiat bagi kesehatan. Adanya kandungan senyawa glukomanan dalam umbi porang membuatnya menjadi salah satu jenis tanaman yang kaya akan manfaat. Berikut ini beberapa manfaat porang yang merupakan salah satu produk pertanian Indonesia.

  1. Salah satu bahan pangan sehat

Karena kandungan glukomanan di dalamnya, membuat porang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan tepung. Bukan saja kandungan senyawa tersebut yang menjadikan porang unggul, namun porang juga mengandung serat dan rendah kalori. Bukan hanya bisa dinikmati dalam bentuk umbi lalu mengukusnya saja, anda juga bisa membeli produk-produk olahan yang berasal dari umbi satu ini. Salah satunya adalah tepung, yang dapat diolah menjadi aneka makanan.

  • Mengurangi kolesterol

Senyawa yang terdapat di tanaman satu ini ternyata juga bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Glukomanan dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi di usus kecil, sehingga meningkatkan insulin dalam tubuh.

  • Membantu menurunkan berat badan

Kaya akan serat menjadikan produk pertanian Indonesia satu ini dapat dijadikan pilihan untuk program diet. Selain mengenyangkan, umbi porang saat ini juga tersedia dalam berbagai bentuk olahan, seperti mie yang dapat anda masak bersama bahan-bahan lain seperti sayuran untuk program diet.

Walaupun kaya akan manfaat, namun sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika mengkonsumsinya untuk tujuan pengobatan. Karena jika tidak cocok dengan kandungan di dalam umbi satu ini, tubuh akan merasakan efek sampingnya.

Cara untuk Budidaya Umbi Porang

China, Korea, Jepang, hingga Taiwan menjadi negara tujuan ekspor tumbuhan khas tropis satu ini. Jika dulu dianggap sebagai tanaman pengganggu atau hama, porang kini menjadi salah satu incaran bagi sektor pertanian dan pengusaha. Karena selain mudah dibudidayakan, nilai jualnya pun sangat tinggi, nah jika tertarik, berikut ini cara budidayanya yang harus anda simak.

  1. Budidaya dengan biji

Produk pertanian Indonesia satu ini biasanya akan berbunga setelah berusia empat tahun, bunga tersebut nantinya akan menjadi buah dan biji. Anda bisa mendapatkan biji porang dari bunga atau buah lebih dari 200 biji dari setiap buahnya. Untuk menumbuhkannya, anda harus menyemai bijinya lebih dulu hingga siap untuk dipindah ke media tanam.

  • Budidaya melalui umbi

Tanaman satu ini akan terus tumbuh dan menghasilkan umbi-umbi kecil di sekitar umbi utama yang biasanya berukuran lebih besar. Nah, untuk menjadikan umbi utama tersebut lebih besar, biasanya para petani akan mengurangi umbu-umbi kecilnya. Anda bisa memperbanyak atau membudidayakannya menggunakan umbi-umbi kecil tersebut sebagai bibit.

Itulah beberapa cara budidaya tanaman porang, namun sebelum mulai menanam ada baiknya untuk menyiapkan medianya lebih dulu. Karena tanaman tropis ini akan tumbuh dengan baik dibawah naungan pepohonan, terutama dibawah pohon jati. Iklim juga perlu untuk diperhatikan, karena produk pertanian Indonesia satu ini lebih menyukai tempat teduh.

Ikan Hias Asli Indonesia Punya Potensi Besar Kuasai Ekspor

Indonesia memang sebenarnya memiliki kekayaan hayati begitu besar, termasuk adanya beberapa jenis ikan hias asli Indonesia yang banyak diminati hingga mancanegara. Jenis ikan tersebut bahkan ada yang tidak ditemukan di daerah lain sehingga jika menginginkannya memang harus membeli dari Indonesia.

Tentunya hal ini adalah sebuah potensi besar memang harus dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu, bahkan pemerintah juga sudah membuat target untuk Indonesia bisa menjadi eksportir ikan hias terbesar. Hal ini sudah pasti karena potensi besar memang dimiliki dan sudah jelas ada masa depan bagus di sana.

Kesempatan tersebut tidak boleh sampai disia-siakan, harus ada tindakan nyata untuk mencapai target tersebut. Semua ikan hias asli Indonesia perlu dikelola dengan baik bukan hanya budidayanya, tetapi juga pengolahan penjualannya. Dengan begitu tidak akan sampai ada masalah ke depannya nanti.

Ada banyak sektor dan pihak yang harus bekerja sama untuk melakukan hal ini sebaik mungkin. Apalagi perairan di Indonesia itu cukup luas sehingga ada banyak spesies khusus yang bisa ditemukan. Bahkan mungkin saja ada spesies yang ada di Indonesia, tetapi belum ditemukan hingga saat ini.

Potensi Ekspor Ikan Hias yang TerusMeningkat

Potensi ekspor sektor tersebut dari Indonesia memang terus meningkat sejak tahun 2012 berdasarkan catatan sudah berhasil dikumpulkan. Adanya fakta ini menunjukkan bahwa potensi besar ini harus mulai untuk diseriusi dan dilakukan langkah tepat agar tidak sampai lolos harapan tersebut. Berbagai ikan hias asli Indonesia harus dikelola sebaik mungkin oleh ahlinya.

Beberapa negara sekarang sudah menjadi tujuan dari ekspor ikan hias ini adalah Amerika, Rusia, Singapura, hingga China dan Kanada. Oleh karena itu, dalam strategi pembangunan untuk bidang ikan hias diatur juga mutu dan produksi pada sektor tersebut. Bahkan sampai juga pada konservasi spesies dan habitat yang dimiliki binatang menarik tersebut.

Pihak Badan Standarisasi Nasional bekerja sama dengan banyak pihak untuk membentuk pola agar pengiriman sektor ini bisa semakin dioptimalkan. Sehingga nantinya skema penilaian kesesuaian ikan hias dan perikanan bisa secara tepat dilakukan. Hal ini pastinya juga untuk meningkatkan potensi ikan hias asli Indonesia.

Pemasaran untuk jenis tersebut saat ini baik akan dijual dalam negeri maupun mancanegara sudah bisa dilakukan melalui sosial media sehingga aksesnya juga jauh lebih mudah. Begitu juga dengan berkembangnya kontes untuk hewan hias ini yang membuatnya semakin bernilai mahal ketika nantinya dijual ke pasaran.

Jenis Ikan Hias Indonesia yang Menarik Perhatian

Ada beberapa jenis ikan hias asli Indonesia yang mungkin sudah cukup banyak dikenal terutama di pasaran mancanegara. Salah satunya adalah arwana fish dengan harga sangat fantastis ketika dijual. Apalagi dengan beberapa warna serta bentuknya yang unik sudah pasti akan sangat menarik perhatian para pembeli di luar sana.

Sementara untuk hewan dengan ukuran lebih kecil ada spesies botia. Botia ini memiliki corak yang unik dengan garis serta dominasi warna oranye di tubuhnya sehingga banyak juga peminat dari jenis yang satu ini. Ada juga peminat cupang yang pastinya sudah sangat populer ada di negara ini mulai dari harga yang relatif murah hingga mahal.

Keindahan dari rainbow fish tidak kalah menarik perhatian pasar secara luas. Ada dua jenis di Indonesia, yaitu rainbow fish Papua dan Sulawesi. Ada potensi ekspor yang begitu besar untuk jenis spesies ini karena memang keunikan serta kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Sehingga banyak orang mencari jenis ikan yang bisa ditemukan di Indonesia ini.

Tiger fish atau ikan Sumatera jadi jenis berikutnya sebagai ikan hias asli dariIndonesiayang banyak diperbincangkan. Dengan warna tubuh yang coraknya mirip harimau, tipe tubuh dari tiger fish ini juga sangat unik. Meskipun agak agresif terhadap hewan air lainnya dengan ukuran lebih kecil, tetapi bisa dipelihara di akuarium dan memberikan corak menarik.

Memang potensi ini jadi salah satu hal yang harus terus dikembangkan oleh para pegiatnya. Apalagi dunia ekspor bisa menjadi peluang besar untuk negara juga mendapatkan banyak keuntungan. Jadi memang untuk sektor ikan hias asli Indonesia tidak boleh luput dari perhatian dan perencanaan ke depannya.

Sektor Pertanian Indonesia dan Berbagai Tantangannya ke Depan

Berbicara mengenai sektor pertanian Indonesia memang bisa dikatakan sebagai salah satu kekuatan ekonomi negara ini. Berdasarkan data saat ini bahkan ada sampai 100 juta orang di Indonesia yang berkecimpung di dunia tani. Tentu saja hal ini juga tidak kemudian membuat pemerintah diam, ada berbagai upaya yang dilakukan.

Kementerian Pertanian sudah melakukan berbagai usaha untuk memberikan pembinaan kepada rakyat yang berada pada sektor pertanian agar dapat mengembangkan kemampuannya. Sudah pasti hal ini dilakukan juga untuk menguatkan perekonomian Indonesia yang salah satunya ditopang oleh sektor tersebut.

Lahan Indonesia yang memang subur dan cocok untuk dijadikan sebagai area untuk diolah menjadi keuntungan tersendiri negara ini. Bahkan jika berbagai upaya lebih terus dilakukan maka kesejahteraan para petani juga akan meningkat. Termasuk di dalamnya adalah kontribusi bagi perekonomian negara juga akan mengalami peningkatan.

Masih ada berbagai tantangan di sektor pertanian Indonesia yang harus dihadapi terutama orang-orang bergerak di bidang tersebut. Setiap tantangannya perlu dicari solusi terbaik dan tepat tentunya. Sudah pasti juga termasuk dalam upaya meningkatkan potensi dari pelaku petani itu sendiri agar mampu mengembangkan lahannya sebaik mungkin.

Sektor Pertanian Sebagai Penopang Perekonomian

Pembinaan dilakukan oleh pihak pemerintah kepada usaha kecil menengah agar mampu dijadikan sebagai salah satu pondasi yang kuat terhadap perekonomian di Indonesia. Berbagai kerja sama juga terus dilakukan dengan banyak pihak agar bisa memberikan penyuluhan terbaik serta meningkatkan kemampuan dari para pelaku usaha tersebut termasuk di sektor pertanian di Indonesia.

Bidang pertanian khususnya untuk bidang pangan memang masih berpegang kuat pada sektor tani yang masih kecil. Oleh karena itu, bagian ini harus dibina sebaik mungkin agar dapat terus berkembang sesuai harapan. Tentu saja nantinya yang merasakan keuntungannya juga Indonesia sendiri sehingga sektor ini harus dijadikan sebagai pondasi perekonomian.

Ada banyak harapan terhadap sektor pertanian Indonesia serta pelaku usaha kecil yang masih pemula untuk melakukan berbagai inovasi. Hal ini tentu saja akan membantu dalam memperkuat perekonomian di negara ini. Apalagi untuk masalah pangan adalah sesuatu yang pastinya akan selalu dibutuhkan oleh manusia sebagai konsumennya.

Pola-pola sektor tani terus dikembangkan dengan berbagai upaya agar para petani juga bisa menerapkannya dengan baik. Pelatihan yang diberikan oleh pihak pemerintah menjadi salah satu jalan solusi untuk banyak pihak agar nantinya dapat mewujudkan tani yang maju dan tentunya berkembang secara optimal dalam meningkatkan perekonomian negara.

Tentu saja setiap upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah tidak akan membuahkan hasil optimal jika tidak ada dukungan dari pihak-pihak lainnya. Baik pihak yang diajak untuk melakukan kerja sama dan petani yang terjun langsung di lahan pertanian pastinya. Jadi memang semua pihak harus bersinergi dengan baik untuk menghasilkan yang terbaik.

Tantangan Pertanian Indonesia yang Perlu untuk Ditaklukkan

Meskipun memang masih menjadi sektor pendukung perekonomian terkuat di Indonesia, tetapi sektor pertanian Indonesia masih memiliki banyak tantangan untuk ditaklukkan. Tantangan pertama yang harus dihadapi adalah berkurangnya sumber air untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Apalagi saat ini sudah banyak konversi lahan yang semakin tidak terkendali.

Tidak hanya itu, tetapi lambannya perkembangan kompetensi dari para petani juga menjadi tantangan selanjutnya. Meskipun penyuluhan dan pelatihan terus gencar dilakukan, tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi secara signifikan serta masih kurangnya pembangunan kelembagaan khusus bagi para petani sehingga hal ini harus dicarikan solusi.

Adanya kebijakan nasional yang dibuat untuk melakukan pelestarian serta pengembangan pada jenis plasma nutfah masih belum optimal. Hal ini menyebabkan beberapa potensi lokal dari sektor pertanian Indonesia mulai hilang. Tentu saja jika hal ini terus terjadi maka akan sangat merugikan untuk negara ini ke depannya.

Tantangan selanjutnya adalah karena upaya yang dilakukan pihak pemerintah dalam sinkronisasi sektor pertanian dengan pariwisata ternyata masih belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu lebih agar hal tersebut bisa memberikan perubahan besar pada kedua sektor ini tentunya.

Setiap tantangan tersebut masih akan terus berlanjut beberapa waktu ke depan. Masih ada banyak perjuangan perlu dilakukan agar nantinya mampu menghasilkan keuntungan terbaik. Oleh karena itu, harus mulai ditata kembali sektor pertanian Indonesia agar mampu menghasilkan lebih lagi.